Pelarangan Burqa, Bukti Demokrasi Hanya Dukung Prilaku Buruk


Iffah Ainur Rochmah, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Iffah Ainur Rochmah,
Juru Bicara Muslimah
Hizbut Tahrir Indonesia
Pemerintah Perancis menyatakan pelarangan burqa dalam rangka menjaga keutuhan, penyatuan, integrasi, atau  kohesifitas kehidupan masyarakat Perancis yang beragam. Juga menjaga derajat perempuan dari penindasan. Benarkah? Lantas apa motif sesungguhnya? Dan benarkah mengenakan burqa perempuan menjadi tertintdas? Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan mediaumat.com Joko Prasetyo dengan Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Apa motif sesungguhnya dari laranganmengenakan burqa di Perancis?
Ketakutan Perancis terhadap semakin besarnya geliat penerapan Islam di negara sekuler tersebut. Semangat kaum Muslim ini bisa berubah menjadi ancaman bagi eksistensi sekularisme dan kapitalisme. Saat ini ada sekitar 5 juta populasi Muslim di sana, dan semakin  marak trend menjaga pelaksanaan syariat Islam. Banyak restoran berdiri menyediakan hanya makanan halal, tempat pembelian daging halal, shalat Jumat yang jamaahnya tumpah ruah hingga ke jalan-jalan karena masjid tak lagi menampung dan juga lebih dari 2000 perempuan memakai burqa.
Semua menunjukkan semakin kuatnya ketaatan agama warga Muslim di sana. Jadi sekalipun kebebasan dan sekularisme disuntikkan setiap saat, namun gagal memberangus kebenaran Islam yang diemban setiap Muslim.
Benarkah burqa membelenggu perempuan?
Jelas ini pandangan yang tidak didukung argumentasi logis. Apa ukurannya untuk menyebut burqa membelenggu perempuan?
Perempuan Muslimah di Perancis bahkan sudah banyak yang menyampaikan testimoninya ke media-media internasional bahwa mereka  mengenakan burqa adalah pilihan pribadinya yang lahir dari kesadaran dan ketaatan. Sama sekali tidak ada paksaan dari orangtua maupun suaminya,  tidak ada tekanan dari organisasi atau masjid mana pun.
Mereka juga tidak merasakan kesulitan apa pun dalam beraktifitas dan menjalankan bisnis dengan pakaian Muslimah dan burqanya. Lalu dimana letak penindasannya?
Justru dengan larangan burqa dan sanksi tegas yang mulai diberlakukan minggu ini, saudara-saudara kita Muslimah di sana, yang taat pada agamanya, menjadi tertindas, terbelenggu dan kehilangan kebebasannya.
Mereka juga tidak mendapatkan keadilan di negara yang konon mengagungkan  kebebasan, keadilan dan persaudaraan (liberte, egalite, fraternite).
Perancis adalah negara sekuler, jadi wajar melarang?
Perancis  telah gagal meyakinkan warganegaranya bahwa demokrasi dan sekularisme adalah nilai-nilai terbaik bagi kehidupan. Ide sesat ini dikampanyekan seolah-olah menjamin kebebasan beragama, bertingkah laku, berkepemilikan dan berpendapat.
Jika konsisten dengan faham sekularismenya, justru seharusnya Perancis  memberi  kebebasan warganegara;  tidak melarang burqa sebagaimana memberi kebebasan berpakaian minim, dan seterusnya.
Namun ketika menyangkut ketaatan terhadap agama Islam, nampak jelas pemerintah Perancis tidak lagi bisa konsisten, karena Perancis juga menyimpan bukti sejarah yang menunjukkan kekuatan Islam sebagai ideologi yang bisa mengancam matinya kapitalisme sekuler.
Apa yang dilakukan oleh Perancis hari ini pasti akan segera diikuti oleh negara-negara Barat lain dan bisa jadi dengan tekanan dan penindasan lebih besar. Ingatlah firman Allah
“…telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi…” [TQS Ali-Imran (3):118]
Bagaimana seharusnya sikap umat Islam?
Seharusnya umat Islam di seluruh dunia menyadari dua hal.
Pertama satu lagi bukti bahwa demokrasi , liberalisme dan sekularisme hanyalah ide sesat yang dikemas manis dijajakan ke tengah-tengah kaum Muslim. Ide-ide ini hanya berlaku untuk mendukung perilaku buruk manusia yang ingin mengambil keuntungan dari pornografi dan pornoaksi yang melecehkan perempuan namun tidak berlaku untuk mendukung perempuan Muslimah yang taat pada aturan Penciptanya.
Maka jangan lagi ragu untuk segera meninggalkan demokrasi, dan ide-ide kapitalisme lainnya.
Kedua, Umat Islam membutuhkan institusi politik, negara, yang mampu mengayomi pelaksanaan syaariat secara sempurna. Tanpa adanya negara yang menerapkan syariat secara sempurna yakni Khilafah Islam, musuh-musuh Islam dengan mudah merampas hak-hak kaum Muslim untuk taat pada perintah Allah.
Dan kita membutuhkan Khilafah Islamiyah itu sekarang, bukan nanti, karena masalah umat Islam hari ini bukan hanya pelarangan burqa namun juga pembantaian oleh rezim antek barat, pendudukan Israel dan AS, penghisapan kekayaan alam, dan berbagai penyesatan pemikiran yang merusak generasi. Maka segeralah berjuang untuk tegaknya Khilafah Islam. [mediaumat.com]

Artikel yang berkaitan :



0 comments:

Posting Komentar